Sabtu, 03 September 2016

Resume Seminar “MEMES, Teams and Media Stream”



Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Senin (22/4) menyelenggarakan seminar bertemakan “MEMES, Teams and Media Stream” pukul 14.00 WIB di ruang teater dua, Fakultas Ilmu Dakwah dna Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Seminar tersebut menghadirkan narasumber yang berkompeten dibidangnya masing-masing yakni Dr. Sean Ritel, Lecture in Strategic Communication, Quesland University dan Dr. Andre Anugerah Pekerti, senior lecture.
Sean memaparkan tentang media professional, media professional melakukan penelitian yang mendalam sebelum menampilkan suatu berita tidak hanya sebatas menyampaikan berita yang monoton dan kurang kredibilitasnya namun dalam menyampaikan suatu berita harus melakukan penelitian dan analisis media terhadap berita apa yang akan diangkat di media agar tidak timbul perbedaan makna dan fakta.
Media profesional mempunyai ciri yaitu experimental and creative, strategic, adaptable, active and etical. Media berfungsi untuk mencari kebenaran, yaitu media jeli dalam mengungkapkan suatu berita yang masih tanda tanya di antara masyarakat, contohnya tentang pengungkapkan kasus korupsi di tubuh sistem perpolitikan di Indonesia. Masyarakat mempunyai keingintahuan yang besar kepada media tentang bagaimana kasus korupsi yang menjerat para petinggi Negara? Siapa saja oknum-oknum nakal para pejabat Negara yang ada dibalik kasus korupsi Wisma Atlit, Hambalang, pengadaan Al-quran dan yang lain, sehingga media harus melakukan penelitian untuk mengetahui kebenarannya.
Dr. Sean Rintel, menjelaskan pula tentang media isu yang berkembang di masyarakat. media isu yang saat ini gemar digunakan public adalah Facebook. Apa yang ada didalam facebook diteliti dan dipaparkan kepada mahasiswa, ia meneliti tentang “like” didalam facebook. Ternyata, “like” yang terdapat di antara status facebook  telah dijual. Facebook hadir bukan untuk media social tetapi hanya suatu media yang digunakan untuk meraih keuntungan. Facebook bukan lagi sebagai media chatting, namun sebagai media bisnis, pengguna facebook dijual untuk memberikan “like” kepada suatu produk yang dipasarkan didalam facebook.
            Media internet kini lebih digemari oleh masyarakat karena memudahkan kita dalam mengakses berita dengan jaringan yang begitu canggih contohnya saat ini smart phone lebih diminati daripada televisi. Pertimbangan itu dari segi praktis, dinamis, cepat dan mudah menjadi modal utama masyarakat beralih menuju era teknologi. kini, media internet memiliki dampak yang besar terhadap masyarakat.
Sebagian besar masyarakat telah mengetahui bagaimana cara mengirim pesan, menelepon dan menggunakan media social sehingga ini merupakan keuntungan yang besar bagi pengguna media. Contohnya smart mob di Filipina untuk menurunkan Estrada, presiden Filipina. Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggunakan media social berupa twitter untuk meraih simpati rakyat mendekati pemilu, twitter SBY pun kini menjadi topic hangat di berbagai media.
Sean menyarankan untuk jurnalis harusnya tidak hanya terpaku terhadap social media  yang kini marak digunakan, karena social media hanya digunakan untuk kepentingan komersil. Sebagai kebenaran harus peka what is couriuse for something.
Sedangkan Andre memaparkan tentang budaya, kebudayaan sangat berpengaruh dalam menjalin bisnis. Dengan mempelajari budaya apa yang ada di suatu daerah sehingga pebisnis mengetahui pangsa pasar yang akan di peroleh. Dengan melakukan riset terhadap suatu media, pemilik modal menjadi tahu bagaimana ia akan memasarkan suatu produk tanpa menyinggung kebudayaan yang ada di suatu daerah itu sendiri.
Kebudayaan berada dalam diri kita tinggal bagaimana diri kita untuk digunakan atau tidak digunakan karena setiap orang memiliki potensi untuk maju. Agama juga termasuk budaya, budaya yang dibawa oleh nenek moyang kita. Dalam tahapan cultural conceptualized individual terdapat beberapa proses yaitu knowledge, identification, internalization and commitmen.
Multicultural atau dwibudaya ialah dimana seseorang memiliki budaya yang beragam. Seperti Barack Husain Obaman Presiden Amerika lahir di Kenya, pernah tinggal di Hawaii dan di Indonesia terakhir di Amerika. Orang yang bermultikultural memiliki cirri-ciri kreatif, konsisten, ketegasan dan unconstained.
Jika seseorang ingin melakukan dwibudaya mesti ada komitmen terhadap budaya tersebut sehingga  seseorang bisa mengontrol perilaku diri sendiri dan orang lain. Untuk menjadi seorang jurnalis, seseorang harus mengetahui banyak tentang budaya, dapat berakulturasi dengan cepat dan memiliki kemampuan dalam bidang komunikasi yang cukup.
Menurutnya ada empat konsep multi budaya pertama pengetahuan, identitas, komitmen, internalization. Utnuk orang yang bermulti cultural itu haruslah berkomitmen pada kebudayaan tersebut. Orang yang bermulti budaya bisa menyeimbangkan kebudayaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar