Jumat, 24 Agustus 2012

Kaidah Bahasa Indonesia (EYD) dalam Bahasa Jurnalistik

A.    Penulisan Huruf Kapital
1.      Jabatan tidak diikuti nama orang
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat. Misalnya, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, Gubernur Jawa Barat, Profesor Jalaludin Rakhmat, Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan Nasional.
Ditegaskan huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang, atau nama tempat. Salah satu ciri bahasa jurnalistik adalah demokratis. Contoh :
·         Menurut Bupati, anggaran untuk rehabilitasi gedung sekolah dasar .....
Seharusnya :
·         Menurut bupati, anggaran untuk rehabilitasi gedung sekolah dasar .....

2.      Huruf pertama nama bangsa
ditegaskan huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama bangsa, suku dan bahasa yang dipakai bentuk dasar kata turun. Contoh:
·         50 persen dosen Unoversitas Masa depan (UMD) mengajar di depan kelas dengan dialek ke-Sunda-Sundaan, 20 persen dosen mengajardengan dialek ke-Inggris-Inggrisan, dan 10 persen menggunakan dialek ke-Batak-Batakan.
Seharusnya
·         50 persen dosen Unoversitas Masa depan (UMD) mengajar di depan kelas dengan dialek kesunda-sundaan, 20 persen dosen mengajardengan dialek keinggris-inggrisan, dan 10 persen menggunakan dialek kebatak-batakan.

3.      Nama geografi sebgai nama jenis
Dalam butir 9 ditegaskan, huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri. Misalnya: berlayar ke teluk, mandi di kali, menyebrangi selat, pergi ke arah tenggara. Contoh:
·         Para wisatawan lokal lebih banyak membelanjakan uangnya yntuk membeli oleh-oleh khas tiap daerah seperti kacang Bogor, salak Bali, pisang Ambon, pepaya Bangkok,  nanas Subang, tahu Sumedang, peuyeum bandung, bandeng presto Semarang, dan telur Brebes.
Seharusnya:
·         Para wisatawan lokal lebih banyak membelanjakan uangnya yntuk membeli oleh-oleh khas tiap daerah seperti kacang bogor, salak bali, pisang ambon, pepaya bangkok,  nanas subang, tahu sumedang, peuyeum bandung, bandeng presto semarang, dan telur brebes.
4.      Setiap unsur bentuk ulang sempurna
Dalam butir 11 dinyatakan, huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi. Contoh:
·         Perserikatan Bangsa-bangsa, Yayasan Ilmu-ilmu Sosial dan Kepurbakalaan Sumedang larang, Yayasan Ahli-ahli Bedah Plstik Jawa Barat, Undang-undang Dasar Republik Indonesia, Garis-garis Besar Haluan Negara.
Seharusnya:
·         Perserikatan Bangsa-Bangsa, Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial dan Kepurbakalaan Sumedang larang, Yayasan Ahli-Ahli Bedah Plstik Jawa Barat, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia, Garis-Garis Besar Haluan Negara.
5.      Penulisan kata depan dan kata sambung
Dalam butir dinyatakan huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang, dan utnuk yang tidak terletak pada posisi awal. Contoh:
·         Diumumkan tiga cerita pendek bertema pelestarian lingkungan yang paling digemari pembaca yakni Harimau Tua Dan Ayam Centil, Hari-Hari Penentian Dalam Gua Neraka, dan Kado Untuk Setan.
Seharusnya
·         Diumumkan tiga cerita pendek bertema pelestarian lingkungan yang paling digemari pembaca yakni Harimau Tua dan Ayam Centil, Hari-Hari Penentian dalam Gua Neraka, dan Kado untuk Setan.
B.     Penulisan Huruf Miring
1.      Penulisan nama buku
Contohnya: Buku Jurnalistik Indonesia, Majalah Mingguan Berbahasa Sunda Mangle, Surat Kabar Bandung Pos, menurut Dewan Juri Anugerah Kebudayaan Jawa Barat 2006.
2.      Penulisan penegasan kata
Contohnya: Harijanto sebenarnya mencintai boat modeling sejak 1970-an.
3.      Penulisan kata ilmiah
Contohnya: Beragam jenis batu menjadi olahan Irwan, antara lain kucubung ungu (royal-purple amethyst).
C.    Penulisan kata Turunan
1.      Gabungan kata dapat awalan akhiran
Contoh: Bertepuk tangan, garis bawahi, dilipatgandakan, sebar luaskan.
2.      Gabungan kata dalam kombinasi
Contoh: Antarkota, antarsiswa, antiponografi, antikekerasan, anti-Amerika, antikarat, audiovisual, demoralisasi, dwiwarna, dwibahasa.
D.    Penulisan Gabungan Kata
1.      Penulisan gabungan kata istilah khusus
Contoh: alat pandang-dengar, anak-istri saya, buku sejarah-baru, mesin-hitung tangan, ibu-bapak kami, kiri-kanan jalan, suka-duka.
2.      penulisan gabungan kata serangkai
Contoh: acapkali, adakalanya, akhirulkalam, daripada, darmawisata, belasungkawa, dukacita, kacamata, kasatmata, manakala.
E.     Penulisan Partikel
1.      Penulisan partikel pun
Contoh partikel pun yang harus ditulis terpisah : apa pun, kapan pun, di mana pun, rektor pun. Sedangkan contoh partikel pun yang harus ditulis serangkai : adapun, andaipun, ataupun, bagaimanapun, biarpun, meskipun, kalaupun, kendatipun.
2.      Penulisan partikel per
Contoh: partikel per yang harus ditulis terpisah: Para guru bantu di seluruh Indonesia akan menerima gaji per 1 April 2007.
F.     Penulisan Singkatan
1.      Penulisan singkatan umum tiga huruf
Kaidah bahasa jurnalistik dengan tegas melarang pemakaian singkatan umum.
2.      Penulisan singkatan mata uang
Singkatan mata uang, lambang kimia, singkatan satuan ukuran tidak diikuti tanda titik. Contoh: kg, Rp.
G.    penulisan Akronim
1.      Akronim nama diri
Contoh: Universitas Islam Nusantara, ditulis menjadi UNINUS seharusnya Uninus.
2.      Akronim bukan nama diri
Contoh: Pemilu (pemilihan umum), seharusnilang.ya ditulis pemilu, Tilang (bukti pelanggaran) seharusnya ditulis
H.    Penulisan Angka
Penulisan Rp 7.867.456.421.821 modal disetor 11.542.345.115. Dalam kaidah bahasa jurnalistik angka itu harus disederhanakan menjadi Rp 7,86 triliun modal disetor 11,54 miliar.
I.       penulisan Lambang Bilangan
1.      Penulisan lambang bilangan satu-dua kata
Contoh: Dalam tiga pekan terakhir, wali kota sudah tiga kali mengunjungi para korban. Contoh lainnya: pemilihan umum berlangsung sampai 11 jam, atau molor tujuh jam dari yang direncanakan.
2.      penulisan lambang bilangan awal kalimat
Contoh: Sembilan belas tewas dalam musibah kapal feri yang tenggelam di selat Bali, Senin petang kemarin (3/4).
3.      Penulisan lambang bilangan utuh
Contoh: Dari 210 juta penduduk Indonesia, 60 persen atau sekitar 126 juta bermukim di perdesaan.
4.      Penulisan lambang bilangan angka-huruf
Peserta ujian saringan masuk calon pegawai negeri sipil tahun anggaran 2006 di Kabupaten Bandung, jawa Barat, tercatat 15 ribu orang. Namun jumlah itu, hanya 1.658 yang dinyatakan lulus.
Dirangkum dari buku Bahasa Jurnalistik, Panduan Praktis Penulis dan Jurnalistik; karya Drs. A.S. Haris Sumadiria, M.Si.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar